Dibuat saat pergantian waktu antara malam dan pagi. Dibuat disaat tidak sadarkan diri antara kantuk dan sadar. Yang jelas ditemani sebatang rokok kretek dan segelas kopi. Yang telah disumpah menjadi pendamping sampai matahari bangun dari matinya. Sajak ini mabuk, entah kemana artinya mungkin sedang tawar menawar harga PSK. Sajak ini mabuk, entah dimana esensinya mungkin didalam alkohol milik pelacur. Sajak ini mabuk, entah kemana penulisnya mungkinkah dalam pengaruh kantuk yang membuatnya setengah sadar seperti orang sedang mabuk. Dan membuat si penulis percaya bahwa ia telah menjelma menjadi sajak sajak mabuk yang tercipta dari kalimat sakit milik perempuan perayu lelaki yang membuatnya setengah gila. Lantas dimana penulis sajak ini? Berdiam dalam tenang menikmati sakit.