Postingan

Rumah

Gambar
Masuklah secara perlahan Sebab ini bukanlah rumahmu yang dulu Silahkan di nikmati sajiannya Maaf jika kopinya terlalu pahit Karena seperti itulah rasanya Saat kau pergi tanpa sebab Kabarmu hilang disapu angin Maaf jika gelas yag kusajikan sedikit pecah Sebab seperti itulah keadaanku Saat aku tau kau ada main dibelakang Silahkan dinikmati suasananya Suasana yang dingin dan canggung Suasana yang kau ciptakan dengan alasan khilaf Jika kau butuh toilet Toilet ada didepan Persis dimana aku membuang semuanya jika kau memang ingin mencoba masuk Masuklah secara perlahan dan hati hati Rumah ini sangatlah rapuh Karena pernah kau hancurkan

Bermain Peran

Gambar
Aku lahir dan besar di Indonesia Saat ini pun tinggal di Indonesia Tapi entah mengapa s edari kecil nilai bahasa Indonesiaku tidak cukup baik Bagiku B ahasa Indonesia terlalu rumit Ada banyak kata yang memiliki 2 arti, 3 arti atau bahkan —mungkin, lebih Tapi uniknya banyak orang yang memintaku memperbaiki bahasa Indonesia mereka Kamu juga termaksud Dikamarmu aku sering kali memperbaiki bahasamu yang rusak Yang gundah sebab tak memiliki anak kalimat Yang hancur sebab menjadi kata tunggal Tapi anehnya aku mampu memperbaikinya Disela sela perbaikan, boleh kah aku mengajakmu untuk bermain? Bagaimana jika kita bermain peran Aku pura pura mencintaimu Dan kau pura pura menggodaku Kita lihat siapa yang pertama jatuh cinta Yang kalah dia harus menyatakannya Jika tidak mengaku biarlah kata kata ini mengutuknya

Kopi dan Terimakasi

Gambar
Aku berdoa melalui secangkir kopi yang ditanam dengan kasih oleh seorang petani yang  sederhana dan murah senyum B erkatnya aku bahagia B erkatnya aku tak jadi gila B erkatnya aku mudah tertawa B erkatnya bos ku yang maha benar kini menjadi periang Entah harus dengan apa kubalas kebaikanmu Tapi kuberjanji untuk merayakan se dikit atau banyaknya rezeki yang kuterima hari ini Entah berupa uang, teman yang baik, atau atasan yang pengerti dengan  secangir kopi

Aku Ingin

Gambar
Aku ingin mecintaimu secara ugal ugalan Seperti supir angkot yang dikejar setoran disaat macet Aku ingin mecintaimu secara ugal ugalan Seperti pagi hari di waktu kerja di stastiun manggarai Tapi sebelum aku mecintaimu Tolong singkirkan dulu kebohongan dimulutmu Tak sudi aku, Jika kukecup bibir menggodamu  namun masih ada nama orang lain yang terselip disela sela gigimu

Dibiarkannya Perasaan Ini Mati Dengan Sendirinya

Gambar
Biarkan aku tertidur pulas Dipeluk hatimu yang culas Yang didalamnya tersimpan banyak nama wanita yang belum kau ikhlaskan Jangan beri aku belas kasih Biarkan kebodohan ini pergi dengan sendirinya nanti juga aku tersadar Betapa bodohnya aku, terlena oleh rasa yang katanya "cinta" Besok mungkin belum waktunya Pagi masih menari dengan riang Dan malam menari dengan angkuh Biarkan aku mati suri Pura pura senang dan mencintai Agar jikalau besok adalah waktunya Hanyalah ikhlas yang tersisa

Sajak Sajak Mabuk

Gambar
Dibuat saat pergantian waktu antara malam dan pagi. Dibuat disaat tidak sadarkan diri antara kantuk dan sadar. Yang jelas ditemani sebatang rokok kretek dan segelas kopi. Yang telah disumpah menjadi pendamping sampai matahari bangun dari matinya. Sajak ini mabuk, entah kemana artinya mungkin sedang tawar menawar harga PSK. Sajak ini mabuk, entah dimana esensinya mungkin didalam  alkohol milik pelacur. Sajak ini mabuk, entah kemana penulisnya mungkinkah dalam pengaruh kantuk yang membuatnya setengah sadar seperti orang sedang mabuk. Dan membuat si penulis percaya bahwa ia telah menjelma menjadi sajak sajak mabuk yang tercipta dari kalimat sakit milik perempuan perayu lelaki yang membuatnya setengah gila. Lantas dimana penulis sajak ini? Berdiam dalam tenang menikmati sakit.